Download

PAPAN NAMA SEKOLAH SDN BOGOHARJO I

Moto Sekolah "Berbakti Mengejar Prestasi".

PEMBINA PRAMUKA SDN BOGOHARJO I

Foto pembina pramuka SDN Bogoharjo I Kec. Ngadirojo Kab. Pacitan.

PERKEMAHAN PRAMUKA PENGGALANG

Pecinta lingkungan hidup dengan kegiatan penjelajahan.

KEGIATAN TUTUP WARSA SDN BOGOHARJO I

Ketrampilan siswa olah seni karawitan.

KEGIATAN UPACARA BENDERA SDN BOGOHARJO I

Penanaman kedisplinan melalui upacara bendera setiap hari senin.

Selasa, 17 Juni 2014

MENGEJAR ASA DI BUMI PENGHARAPAN

MENGEJAR ASA DI BUMI PENGHARAPAN

Tanpa terasa, tanpa dirasa, tanpa ada beban,
tanpa ada penderitaan menjalani hari-hari di bangku pengharapan,
kujalani apa adanya perjalalanan ini, tanpa terasa berakhir jua.
Karena apa? di bumi pengharapan ini udara terasa segar, cuacanya sejuk,
angin spoi-poi basah membasahi hati ini, membasahi jiwa ini.
Semenjak kuinjakkan kaki di bumi pengharapan ini,
aku lalui dengan penuh keikhlasan,
aku jalani dengan penuh kesabaran dan tiada beban,
tiba-tiba tersibak dengan penuh harapan.
Bekal pengetahuan, bekal akhlak budi pekerti, bekal seni, bekal keterampilan dan bekal  masa depan telah aku dapatkan.
Di bumi pengharapan ini aku menapak dengan pasti, aku berdiri dengan tegak,
aku berjalan tiada beban, aku menanti tanpa bosan,
aku jalani sebagaimana diriku yang sebenarnya,
bukan dengan pura-pura tetapi dengan apa adanya.
Di bumi pengharapan ini aku lalui dengan pasti,
semenjak kaki menapak di bumi pengharapan,
terpampang luas hamparan budi pekerti,
terpampang luas indahnya lautan ilmu,
terpampang luas indahnya seni,
terpampang luas keceriaan dan kesabaran para pengabdi negri.
Tonggak masa depan sudah aku dapatkan,
kujadikan bekal menatap harapan, menatap hari esok,
menatap asa yang penuh tidak pasti.
Di bumi pengharapan aku jalani dengan penuh kegigihan dan kepasrahan,
bukan dengan keluh kesah dan keputusasaan.
Di bumi pengharapan adalah meniti taqdir yang telah ada,
 menuju cita-cita nan jauh di sana.
Di bumi pengharapan adalah gambaran di masa datang yang penuh kepastian.
Di bumi pengharapan adalah tambatan hati menerawang masa depan,
masa yang penuh pertanyaan, masa yang harus diperjuangkan,
masa yang menjadi harapan.
Ya Allah, hanya padamu tambatan ini aku ikatkan,
Rodhitu billahi rabba, wabil islami dina, wabi Muhammadin nabiyu warosulla, rabbi zidni ‘ilma warzukni fahma.

(primo Juni 14 SUPARDI)

  

MENITI ASA ANAK NEGRI

MENITI ASA ANAK NEGRI

Ketika menatap raut wajah kepolosan anak negri,
tanpa kau sadari bahwa kamu memilki valensi,
tanpa kau sadari bahwa kamu akan menjadi,
tanpa kau sadari bahwa kamu adalah penerus generasi,
tanpa kau sadari bahwa kamu adalah masa depan negeri.
Tataplah masa depan dengan pasti,
sejauh mata memandang,
sedalam lautan luas,
setinggi langit biru.
Jangan hiraukan kerikil tajam menerpa diri,
jangan hiraukan celoteh burung berkicau walau merdu merayu,
Jangan terlena dengan mimpi indah yang penuh kepalsuan.
Teriakkan pekik bahwa “Aku bisa”.
Jalan itu setapak telah kau lalui,
perjalanan panjang anak negri,
renungkan bahwa hidup ini penuh arti.
Tataplah masa depan dengan motivasi,
semula aku kecil ingin menjadi besar,
semula aku tidak bisa ingin menjadi bisa,
aku ingin menjadi anak negri yang penuh arti,
aku ingin memiliki, memiliki seperti orang lain punya,
memiliki ilmu, karena dengan ilmu akan menemukan kunci dunia, mengapa?
Karena aku punya potensi, aku punya diriku sendiri bukan orang lain.
Di negri tercinta ini membutuhkan orang-orang pandai yang mengerti,
membutuhkan orang-orang cerdas yang berbudi pekerti,
membutuhkan orang-orang yang tidak hanya berdiam diri.
Perjalanan anak negri adalah meniti taqdir illahi yang belum dimengerti,
dimana berada?, dimana harus dicari?, di dalam dirimu sendiri.
Pengabdi negri hanya memberi sedikit arti, dari arti kehidupan yang hakiki.
Pergilah sejauh kau mau, janganlah tengok kanan dan tengok kiri karena,
di sana ada kepastian.


Medio Juni 14 oleh SUPARDI

Rabu, 02 April 2014

HAMBA

HAMBAMU

Betapa lega hati ini
rela untuk berbagi
demi kepuasan hati
hamba-hamba yang peduli
peduli pada diri sendiri
peduli sesama insani
peduli perintah Illahi
tiang pancang tinggal sindiri
tali pengikat tautan hati
kini merana tidak berarti
bergelantung di tempat yang sunyi
menanti setahun lagi
pengikat tautan hati
menanti hamba bersiap diri
mengapa kurang menyadari?
hamba ini tinggal menanti
kapan kita kan pergi
untuk apa kita mencari
jika bukan untuk berbagi

Pacitan, 26 Oktober 2012

Pakpardhi

GONDO YONI

GONDO YONI


Di keheningan malam yang tanpa bintang
semakin terasa sendunya malam
sunyi dan senyap menambah hening suasana malam
serasa dunia ini hampa
harumnya GONDO YONI seakan dunia ini milik kita
saat yang tepat untuk merenung 
merenungi hari-hari yang tanpa henti
merenungi hari-hari yang silih berganti
merenungi hari-hari yang tiada abadi
merenungi hari-hari yang telah lalu
merenungi hari-hari yang akan kita lalui
perjalanan akan menjadi nikmat
perjalanan akan bermanfaat
asalkan hari-hari senantiasa ada kiat
asalkan hari-hari senantiasa berhemat
asalkan hari-hari tidak menjadi penikmat
selamat malam
selamat mimpi indah
hari esok penuh ceria
Pebruari Primo (kang pardhi)

Jumat, 21 Maret 2014

MIMPI 12 PADA 12

MIMPI 12 PADA 12 DI MARET 14

JALINAN HATI BEGITU ABADI
KETIKA 12 BERLALU
KUNANTIKAN SEBUAH MIMPI
MIMPI INDAH GAMBAR TEMPO DOLOE
MENGAPA ADA MIMPI?
MENGAPA ADA GAMBAR?
MENGAPA BEGITU TIBA-TIBA?
APAKAH PERTANDA IKATAN TIADA TERMENTI?
APAKAH PERTANDA ADA SISA-SISA HATI?
APAKAH BENAR ISTRI SOLEKHAH ADALAH TEMAN YANG SETIA HINGGA DI SURGA NANTI? INI ADALAH HAYALAN BELAKA
SUDAHKAH HAMBAMU INI MEMBACA DIRI?
BUKANKAH SURGA ITU SESUATU YANG DIDAMBAKAN SEMUA ORANG?
TETAPI MENGAPA HATI INI MASIH GUNDAH GULAN?
TETAPI MENGAPA HATI INI SULIT ISTIQOMAH?
BAGAIMANA CARA SYUKUR YANG HAKIKI?
BAGAIMANA KUNCI UNTUK SENANTIASA RENDAH DIRI?
DALAM BENAK INI SEMUA MASIH TANDA TANYA
PERTANDA MASIH BERADA DIMA-MANA
DAN PERTANDA MASIH AKAN KEMANA-MANA
                                Supardi Medio Maret '14